SEJARAH SINGKAT HARI JADI DESA KUALA SECAPAH Hampir disetiap Daerah memiliki kearifan lokal masing-masing dan lahirnya daerah mereka masing-masing sebagai upaya untuk tetap melestarikan kearaifan lokal serta membangkitkan rasa yang kuat untuk membangun danmemberikan kontribusi yang baik buat Desa tercinta Berangkat dari ini semua kami team penulis berihtiar untuk menggali segala informasi dan data yang berkaitan dengan hari lahirnya DesaKuala Secapah dari berbagai sumber sesepuh masyarakat maupun dokumen data yang dapat kami peroleh. Kampung Kuala secapah memiliki sistem pemerintahan yang masih bergabung dengan kampung tanjung dengan kepala kampung berasal dari kuala secapah secara berturut-turut yaitu Penghulu mamat, Penghulu Dolah ( Abdullah ) dan Penghulu Bujang. Sejak tahun 1920 kepala kampung gabungan ini dipimpin oleh H.A.Razak Bin H.Adam ( PutraAsli Tanjung). BelIau adalah tokoh yang sangat disegani tokoh yang sangat disegani oleh penduduk berwibawa serta berdidikasi . Sebagai pembantu (Kebayan) disaat itu untuk daearah tanjung ialah Ali Bin Husin sedangkan untuk Desa kuala secapah adalah Tahir (Tair), setelah Ali bin Husin meninggal dunia tahun 1922 maka Kebayan diserahkan kepada maksinmaila ,Penghulu H.A.Razak Bin H.Adam memegang jabatan selama 13 tahun. Pada tahun 1933 beliau menunaikan ibadahrukun islam yang kelima ditanah suci jabatan kepala kampung beliau serahkan kepada anaknya yaitu Abdullah Bin A.Razak . karena beliau sering sakit sakitan maka tahun 1936 jabatan kepala kampung dipegang adik iparnya yaitu Abubakar bin H.M .yusuf Abubakar bin H.M .yusuf dikalangan masyarakat luas diberi gelar panggilan Abubakar Dos , karena belaiu ini adalah seorang pemain kesebelasan sepak bola DOS yang terkenal , DOS ( Door Ofening Strek) adalah Kesebelasan Sepak bola yang cukup Tenar pada tahun 1923 an. Yang kalah itu Pembantu ( Kebayan ) daerah tanjung MuhammadMuksin dan daerah Kuala Secapah Sabli Buyung yang Menggantikan Fatah Bin Husin Tahun 1959 jabatan Kepala Kampung oleh Abubakar H,M.yusuf diwakilkan Kepada Kebayan Sabri Buyung yang melaksanakan tugas di 2 wilayah tersersebut dengan wilayah pemerintahan didaerah desa kuala secapah . tahun 1964 Kampung tanjung memisahkan diri dengan kampung secapah . Desa Kuala Secapah didirikan pada tahun 1921 dan merupakan salah satu desa tertua di wilayah ini. Berawal dari sekelompok kecil penduduk yang mencari tempat tinggal yang subur dan aman. Desa Kuala Secapah perlahan berkembang menjadi komunitas yang solid dan harmonis. Para pendiri desa, yang sebagian besar adalah petani, memilih lokasi ini karena kesuburan tanahnya yang mendukung kegiatan pertanian dan perikanan.  Masa Awal Berdiri (1921-1950) Pada masa awal berdiri, Desa Kuala Secapah masih sangat sederhana dengan jumlah penduduk yang sedikit. Infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan mulai dibangun secara bergotong-royong oleh warga desa. Kehidupan masyarakat pada masa itu sangat bergantung pada hasil pertanian dan perikanan, dengan sawah, ladang, dan sungai sebagai sumber penghidupan utama. Era Perkembangan (1951-1980) Memasuki era 1950-an, Desa Kuala Secapah mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama. Sekolah dasar pertama didirikan pada tahun 1955, memberikan akses pendidikan bagi anak-anak di desa. Klinik kesehatan kecil juga mulai dibangun untuk memenuhi kebutuhan medis dasar masyarakat. Modernisasi dan Pembangunan Infrastruktur (1981-2000) Pada periode ini, Desa Kuala Secapah mengalami modernisasi yang pesat. Pemerintah daerah mulai memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan desa dengan memperbaiki jalan utama dan membangun jembatan yang menghubungkan desa dengan daerah sekitarnya. Aliran listrik mulai masuk ke desa pada tahun 1985, yang kemudian diikuti dengan pembangunan fasilitas air bersih pada awal tahun 1990-an. Peningkatan Kesejahteraan dan Pendidikan (2001-2020) Tahun-tahun awal milenium baru menandai peningkatan kesejahteraan warga Desa Kuala Secapah. Program-program pemerintah seperti bantuan pertanian, kredit usaha rakyat, dan pelatihan keterampilan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pendidikan juga semakin diperhatikan dengan dibangunnya sekolah menengah pertama dan peningkatan kualitas pendidikan di tingkat dasar. Era Digital dan Pembangunan Berkelanjutan (2021-sekarang) Memasuki usia 100 tahun lebih, Desa Kuala Secapah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik tetapi juga pada pembangunan berkelanjutan. Program-program lingkungan seperti penghijauan, pengelolaan sampah, dan pelestarian sumber daya alam mulai digalakkan. Teknologi informasi juga mulai diterapkan di berbagai sektor, seperti pertanian digital dan layanan publik berbasis teknologi. Tokoh-Tokoh Berjasa Perjalanan panjang Desa Kuala Secapah tidak terlepas dari kontribusi berbagai tokoh yang telah memberikan dedikasi dan kerja kerasnya. Beberapa di antaranya adalah kepala desa yang visioner, tokoh masyarakat yang berpengaruh, dan para petani serta nelayan yang gigih.

Skip to content